
Ilmuan Ungkap Manfaat Luar Biasa Jalan Cepat Bagi Otak
June 23, 2025
Ilmuan ungkap manfaat luar biasa jalan cepat bagi otak.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Age and Aging menemukan bahwa orang dewasa yang biasanya tidak banyak bergerak yang melakukan.
"aktivitas fisik sedang hingga berat" dari waktu ke waktu mengembangkan kemampuan kognitif yang lebih kuat terkait dengan memori dan pemrosesan, yang meningkatkan kesehatan otak.
Peserta studi meliputi 585 orang dewasa yang tidak mengalami gangguan kognitif berusia antara 65 dan 80 tahun.
Selama satu minggu, mereka mengenakan perangkat pergelangan tangan minimal 16 jam per hari yang mengukur aktivitas fisik mereka.
Rata-rata, per hari, mereka menghabiskan sekitar 7,5 jam untuk tidur, 12 jam untuk duduk atau berbaring, empat jam melakukan aktivitas fisik ringan (seperti berjalan).
Dan 30 menit melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat yang mempercepat detak jantung mereka (seperti berjalan cepat).
Menurut Pusat Pencegahan Penyakit (CDC), aktivitas yang dianggap sedang hingga berat antara lain jalan cepat, joging, berenang, memotong rambut, dan bersepeda.
Sebelum dan sesudah tujuh hari, para peneliti tersebut melakukan serangkaian tes neurologis.
Dan menemukan bahwa ketika peserta meningkatkan detak jantung mereka dengan gerakan.
Kecepatan pemrosesan mereka (Kemampuan untuk memproses informasi) fungsi eksekutif (kemampuan untuk fokus dan menyelesaikan tugas), dan memori jangka pendek meningkat.
Para peneliti menemukan sedikit lima menit yang diambil dari bagian lima hari (tidur, duduk, atau bergerak ringan) dan di ganti dengan aktivitas yang lebih intens menghasilkan hasil ini.
"Ini sama saja dengan menaiki beberapa anak tangga beberapa kali sehari," jelas Michelle Voss, Ph.D. , seorang profesor ilmu psikologi dan otak di University of lowa yang mempelajari otak yang menua.
Sebaliknya, semakin sedikit waktu yang dihabiskan peserta untuk meningkatkan detak jantung mereka menyebabkan kinerja kognitif yang lebih buruk.
Temuan ini sangat penting karena ketajaman mental tertentu yang diteliti cenderung menurun seiring bertambahnya usia, ungkap Voss.
Manfaatnya dirasakan oleh orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status gentik.